Bondowoso (26/08) Pawai Budaya dalam rangka Harjabo Ke-207 digelar hari ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya masyarakat sangat antusias untuk menonton karnaval yang merupakan agenda tahunan Kabupaten Bondowoso.Pawai yang menyedot animo masyarakat Bondowoso setiap bulan Agustus ini diikuti oleh beberapa sekolah. Tahun ini untuk kategori SD=12 peserta, SMP=11 peserta, SMA=9 peserta.Waktu pemberangkatan peserta disesuaikan dengan tingkatan sekolah.Diawali dengan tingkat Sekolah Dasar yang pemberangkatan dimulai pukul 09.00 dilanjutkan tingkat SMP/ MTs disusul tingkat SLTA. 


Tahun ini Pawai Budaya mengambil tema Harmoni Budaya dan Ijen Geo Park Menuju Indonesia Berdaulat. MTsN 2 Bondowoso sebagai salah satu peserta menerjemahkannya dalam Simfoni Budaya Matsada dengan menampilkan pernak-pernik budaya yang kental dan dekat dengan masyarakat Bondowoso. Kawah Ijen yang menjadi tema tahun ini dan merupakan bagian Ijen Geo Park diwujudkan dengan mobil hias bertema Blue Fire diikuti kelompok tari dengan nuansa yang sama.


Budaya masyarakat yang diusung MTsN 2 Bondowoso adalah Rokatan Bhumih yang merupakan syukuran untuk hasil bumi, Singo Ulung yang merupakan seni sekaligus sejarah ikonik Bondowoso, dan Tari Singo. Untuk adat skala nasional Matsada menampilkan pasukan Baju adat Nusantara yang diikuti oleh siswa serta jajaran dewan guru. 


Berada di nomor urut ke-6 katagori SMP barisan yang ditampilkan oleh madrasah yang berada di tengah kota Bondowoso ini sangat beragam. Pasukan Bendera, Baju-baju Karnaval bertema Bondowoso dan Blue Fire, Tari Liong, Mobil Hias, Barisan Baju adat Nusantara, Singo Ulung, Tari Singo, Tradisi Bondowoso, dan Daul adalah persembahan untuk masyarakat di Harjabo Ke-207.(wiedheri)