Bondowoso (Humas) - Palang Merah Remaja (PMR) Madya Unit MTs Negeri 2 Bondowoso menggelar kegiatan orientasi kepalangmerahan pelantikan slayer angkatan IV dan badge angkatan III dengan khidmat dan penuh semangat pada (31/10) sampai 1 November 2026.
Acara yang mulai berlangsung pada hari Sabtu ini tidak hanya menjadi seremonial pengukuhan anggota, tetapi juga momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai Tri Bakti PMR dan menginternalisasi tujuh prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Orientasi kepalangmerahan dibuka oleh Waka Kesiswaan dan ditutup oleh pembina ARMAWIYADA Dinar Dwi Yuliyanti, serta penanggung jawab kegiatan oleh pelatih ARMAWIYADA Dani Ari Syaputra. Peserta pelantikan sebanyak 105 siswa-siswi pelantikan slayer, 45 siswa-siswi pelantikan badge, 15 siswa-siswi pmr senior kelas 9 yang menjadi kepantiaan, serta para alumni PMR MADYA MTsN 2 Bondowoso dan kolaborasi bersama PMR WIRA SMKN 4 Bondowoso beserta Kakak KSR PMI Kabupaten Bondowoso.
Mereka melakukan giat Kepalangmerahan yaitu terdiri dari 2 kegiatan yang berbeda antara pelantikan slayer dan badge, peserta pelantikan slayer pemberian materi kepalangmerahan oleh Kak HARRY PRASETYO yang merupakan Staff PMI Kabupaten Bondowoso dilanjut ujian tes tulis
Sedang peserta pelantikan badge (materi dan praktik P3K pertolongan pertama pada penanganan jenis-jenis luka)
Suasana haru dan bangga terpancar dari wajah para anggota yang baru dilantik, menandakan kesiapan mereka untuk mengemban tugas kemanusiaan. Kegiatan ini juga menjadi ajang pengamalan nyata dari Tri Bakti PMR, yaitu berbakti kepada masyarakat, meningkatkan keterampilan diri, dan mempererat persahabatan.
Para anggota PMR Madya MTs Negeri 2 Bondowoso menunjukkan komitmen mereka untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, acara pelantikan ini juga menekankan pentingnya pemahaman dan penerapan tujuh prinsip dasar PMR, yaitu Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan. Melalui berbagai sesi dan diskusi, para anggota diajak untuk memahami makna mendalam dari setiap prinsip dan bagaimana mengaplikasikannya dalam setiap tindakan dan kegiatan PMR.
Andy Misbah Setyo Pratama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para anggota PMR. Beliau berharap agar PMR Madya MTsN 2 Bondowoso dapat terus menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan menjadi contoh positif bagi siswa-siswi lainnya dan memberikan harapan agar dapat mengemban tanggung jawab dengan baik.
Dengan dilantiknya anggota baru ini, diharapkan PMR Madya MTsN 2 Bondowoso semakin baik solidaritas, mampu menjadi pribadi yang lebih peduli, tanggap, tangguh dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Semangat Tri Bakti dan tujuh prinsip dasar PMR akan menjadi landasan kuat bagi setiap langkah dan kegiatan yang mereka lakukan (Dinar).